Dua buah tiang yang tegak diujung sebelah kanan dan kiri bangunan Istano Basa Pagaruyung tidak menyentuh tanah, kedua tiang tersebut dinamakan “tunggak Gantuang” yang mewakili keberadaan Datuk Ketemanggungan dan Datuk Parpatiah nan Sebatang sebagai peletak dasar kerangka Adat Minangkabau dengan segala kebesaran dan perananya dalam kehidupan Adat Minangkabau.
Two upright pole tip of the right and left of the buliding Istano Basa Pagaruyung tongue does not touch the ground, the two poles is called “Toggak Gantuang” representing the presence of Datuak Perpatih nan Sebatang and Datuak Ketemanggungan as the foundation stone of Minangkabau framework with all its greatness and its role in Minangkabau life.