Deretan yang kedua dari depan dinamakan tiang temban yang mewakili dan melambangkan keramah-tamahan, suka menerima tamu dan suka menolong tanpa membedakan agama, bangsa dan warna kulit, tapi berdasarkan saling pengertian.
The second row of the so-called “tiang temban” representing and symbolizing hospitality, willingnes to welcome guests and helpful without distinction of religion, race and skin color, but by mutual understanding.