Deretan yang keempat dari depan dinamakan tiang puti Bakuruang yang mewakili batas ruangan yang deretan yang keempat dari depan dinamakan tiang puti Bakuruang yang mewakili batas ruangan yang satu dengan yang lain dan melambangkan batas-batas ruang gerak dan tanggung jawab urang sumando dirumah istrinya, tiang puti bakuruang juga dinamakn tiang biliak.
The fourth row called “Tiang puti Bakuruang” representing space boundaries with each other and symbolize the limits of space and responsibilities of “urang sumando” (son in law) in his wife house. It is also named “Tiang Biliak”.