Jendela berperan untuk melambangkan bahwa masyarakat Minagkabau selalu secara aktif mengawasi dan mengikuti perkembangan setiap langkah anggota keluarga atau kaumnya yang berada di tengah-tengah masyarakat atau perubahan-perubahan yang ada didalam ataupun diluar lingkungan mereka namun mereka sangat selektif dalam menerima perkembangan, kemajuan dan perubahan tersebut karena mereka sangat banyak belajar dari apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan dalam kehidupan mereka seperti yang di gambarkan oleh ungkapan “Alam takambang jadi guru”.
Window serves to symbolize that Minangkabau society always actively supervise and keep track of every step of a family or clan member who was in the midst of the community or the changes that are in or outside their neighborhood but they are very selective in accepting the development, progress and changes because they are so much to learm from what they see, hear, and feel in their lives as defined by the pharese “Alam Takambang jadi guru” .