Ruang Balairung Sari pada bagian tengah yang tidak disebut Labuah Gajah (Labuah Kudo) gunanya untuk perhentian kendaraan (gajahl kuda) pucuk adat di sana, dan dan punggung gajah/kuda tersebut pucuk adat itu turun langsung naik ke balai adat. (Labuah Gajah menjadi tanda Kelarasan Koto Piliang). Sedangkan lantai Balairung Sari datar (tidak beranjung) menjadi tanda Kelarasan Bodi Caniago. Dapat dipahami bahwa balai adat Balairung Sari (Balairung Panjang) Tabek ini mengakomodasi paham kelarasan Bodi Caniago dan Kelarasan Koto Pilinang. disebut dalam pantun adat : Pisang sikalek-kalek hutan, Pisang tambatu nan bagatah, Dikatokan koto piliang inyo bukan, Dikicekkan Bodi Caniago inyo antah.
English description is not available.