Detail Destinasi

MAKAM SHEIH MUHAMMAD DJAMIL DJAHO

Syeih Djaho lahir pada tahun 1875 H di Jaho, bapaknya bernama Tuanku Khadi Tambangan & ibunya bernama umbuik, dari kecil beliau sudah diasuh dengan pendidikan agama, belajar cukup tekun, otaknya cerdas,

Risalah kebudayaan Syeih Djaho :

  1. Tahun 1888 menamatkan belajar Al-Quran.
  2. Tahun 1888 memasuki pasantren di Gunung Rajo pimpinan Syeih Djafri.
  3. Tahun 1893 memasuki pasantren Tanjung Bungo Padang Ganting dengan gurunya Syeih Ayub.

Di pasentren inilah Syeih Djaho bertemu dengan Syeih Sulaiman Ar-Rasuly Candung yang kemudian menjadi teman akrab beliau/ teman seperjuangan.

  1. Pada tahun 1899 kedua sejoli ini pindah ke Biaro IV Angkek Canduang-Agam satu tahun disana, kemudian beliau pindah lagi ke Halaban Kabupaten 50 Kota untuk belajar pada pasantren yang ada disana.
  2. Pada tahun1908 Syeih Djamil Djaho berangkat ke Mekah untuk menuntut ilmu, menurut keterangan yang di kumpulkan dari mulut ke mulut bahwa Syeih Djamil Djaho diberi kesempatan untuk mengejar di masjid Al-Haram Mekkah.
  3. Pada tahun 1918 beliau pulang ke Tanah Air, langsung mengajar di Joho dan di tempat lain di Sumatera Barat.
  4. Pada tahun 1924 Syeih Djaho  mendirikan pasantren di kampungmya (Joho).
  5. Pada tahun 1926 beliau mendirikan organisasi Muhammadiyah di Padang Panjang bersama-sama dengan Tokoh cendikiawan lainnya.
  6. Pada tahun 1927, beliau bersama-sama Syeih Muhammad Zair Simabur dan S.Y.St.Mangkuto pergi menghadiri muktamar Muhammadiyah di Pekalongan Jawa Tengah.
  7. Pada tahun 1928 beliau bersama dengan Syeih Sulaiman Ar-Rasuly Canduang mendirikan organisasi persatuan Tarbiyah Islamiyah.
Koleksi di lokasi

Inventori MAKAM SHEIH MUHAMMAD DJAMIL DJAHO

Objek, bagian bangunan, benda budaya, dan informasi khusus yang tercatat pada destinasi ini.

Belum ada inventori

Destinasi ini belum mempunyai data inventori pada database.

Lanjut menjelajah

Destinasi wisata lainnya