CAGAR ALAM BARINGIN SAKTI

Lihat Hotel/Penginapan Kalender Event
Deskripsi / Description

Pohon beringin  telah ditetapkan sebagai cagar alam berdasarkan Besluit Gubernur Jenderal Belanda Nomor : 6 stbl 683 tanggal 16 November 1924 dengan nama Cagar Alam Beringin Sakti.  Luas areal cagar alam sekitar 0,3 Ha yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah kediaman Bupati Tanah Datar dan gedung Indo Jolito yang juga dibangun semasa kolonial Belanda pada tahun 1824.  Tidak jauh dari situ sekitar 75 meter berdiri pula benteng Fort Van der Capellen yang mulai dibangun pada tahun 1823 serta Tangsi Parak Juar ke arah utara yang dibuat juga pada tahun 1825. 

       Beringin Sakti di jantung kota Batusangkar memang menyimpan banyak sejarah dan telah menjadi saksi perjalanan kota itu hampir 200 tahun lamanya.  Konon kabarnya beringin itu ditanam pada tahun 1824 atau satu abad sebelum dijadikan sebagai cagar alam.  Bibitnya diberikan oleh Ratu Wilhelmina dari Belanda.  Kini terlihat masih kokoh dan dedaunannya subur menghijau menyejukkan kota itu.  Kerindangannya telah membuat kedamaian di hati warga dan para tamu kota budaya itu. 

Banyan tree has been designated as a nature reserve based on the Decree of the Governor General of the Netherlands Number: 6 stbl 683 dated November 16, 1924 with the name Banyan Sakti Nature Reserve. The area of ​​the nature reserve is about 0.3 ha, which is about 50 meters from the residence of the Tanah Datar Regent and the Indo Jolito building which was also built during the Dutch colonial period in 1824. Not far from there, about 75 meters away, the Fort Van der Capellen fort was also built. was built in 1823 and Tangsi Parak Juar to the north was built in 1825.
Banyan Sakti in the heart of the city of Batusangkar indeed holds a lot of history and has witnessed the journey of the city for almost 200 years. It is said that the banyan was planted in 1824 or a century before it was used as a nature reserve. The seeds were given by Queen Wilhelmina of the Netherlands. Now it looks still sturdy and the lush green leaves cool the city. His shade has brought peace to the hearts of the residents and guests of the cultural city.

Destinasi Wisata Lainnya

@diskominfotd-2022