Inventori Wisata

PEWARNA ALAMI DARI AMPAS KOPI

Bagian dari Desa Terindah Nagari Tuo Pariangan

Kopi merupakan salah satu minuman favorit yang banyak diminati oleh semua kalangana di dunia. Kopi pertama kali dikenal di wilayah Abyssinia sebuah wilayah pelosok di Ethiopia pada abad ke 9 M. Kata kopi berasal dari bahasa Arab yaitu “qahwa” yang artinya merujuk kepada minuman yang diseduh dengan air panas. Kopi menyebar ke wilayah Arab sebagai minuman pengganti anggur, kemudian mulai masuk ke eropa dan Asia.

Di Indonesia sendiri, kopi dikenalkan oleh kolonial Belanda pada tahun 1696 yang dibawa dari Malabar, India ke Pulau Jawa. Belanda berupaya melakukan budidaya pertama di Kedawung sebuah kebun kopi dekat Batavia, akan tetapi usaha ini gagal karena diterjang banjir.

Pada tahun 1699 Belanda kembali melakukan upaya Budidaya di Batavia dan memperoleh hasil yang maksimal, sehingga tahun 1706 kopi hasil perkebunan di Jawa di uji di Amsterdam dan menghasilkan bahwa kopi hasil perkebunan di Jawa merupakan salah satu kopi dengan kualitas terbaik. Produksi kopi di Indonesia semakin meningkat setelah adanya kebijakan Culturstelsel pada masa Van den Bosch.

Sampai saat ini kopi dijadikan sebagai salah satu minuman yang digemari oleh semua kalangan,

Para penikmat kopi, selalu membuang residu padat, biasanya disebut ampas kopi yang dihasilkan dari penyeduhan serbuk kopi, lalu ampas ini terbuang menjadi limbah. Selama ini diketahui  ampas kopi adalah barang yang sudah terbuang dan dianggap tidak punya nilai jual lagi. Padahal limbah ampas kopi bisa dimanfaatkan sebagai zat warna untuk kain batik(AZIZ, 2022)

Dari limbah tersebut dapat diolah menjadi pewarna alami untuk membatik dengan menggunakan   konsep 3 R ( Reuse, Reduce, Recycle ). Yaitu :

 Reuse  adalah memanfaatkan limbah melalui proses ulang untuk menjadikan fungsi lain ataupun fungsi yang sama . Reduce adalah mengurangi bahan yang menimbulkan sampah sedangkan Recycle adalah proses ulang kembali agar menghasilkan produk dalam bentuk lain yang mempunyai nilai jual.

Dari konsep Recycle inilah Batik pewarna alami dari ampas kopi mulai di produksi untuk dipasarkan.

 

Masih di lokasi yang sama

Inventori terkait

Motif Rumah Gadang

Motif Rumah Gadang

Motik Rumah Gadang Dinamai motif ayam kinantan Rumah tradisonal Minangkabau adalah rumah adat rumah gadang bagonjong yang memiliki nilai keari...

Baca inventori →
Motif Surau

Motif Surau

Surau Orang Minangkabau Surau Masa Lampau Dalam kamus Bahasa Indonesia WJS Poerwadaeminta, didefinisikan surau adalah tempat sembahyang (sholat),...

Baca inventori →